Kamis, 01 April 2010

MAKALAH ULUMUL HADITS



BAB I
PENDAHULUAN
A      LATAR BELAKANG
Dengan adanya ilmu hadits, menuntut kita untuk mengkaji secara jeli dan tepat dalam menggali secara dalam tentang puasa guna direlisasikan dalam kehidupan sehari-hari, agar dalam menjalaninya sesuai dengan konsep ajaran rasulullah Saw. Begitu juga dibidang ibadah maupun muamalah supaya ada korelasi antara ketiganya.
Oleh kerena itu dengan hadirnya makalah yanag kami susun ini diharapkan para pembaca dapat memahami lebih jauh tentang ibadah puasa agar kita dapat menerapkan  dalam kehidupan beragama.
B       RUMUSAN MASALAH
A.    Hadits Nabi Tentang perintah puasa.
B.     Manfaat Puasa.
C.     Larangan Berbuat Pelangaran Selama Beribadah Puasa.
C      TUJUAN PEMBELAJARAN
Maksud dan tujuan kami dalam penyusunan makalah ini adalah untuk mempermudah memahami hadits Nabi dalam amalan manusia, dalam situasi dan kondisi tertentu. Artinya kita sebagai umat muslim harus mengetahui tujuan dan fungsi hadits terhadap al-qur’an.






AB IIB
KORPUS DATA
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِذَا رَأَيْتُمُوْهُ فَصُوْمُوْا,  اِذَا رَأَيْتُمُوْهُ فَأُفْتُرُوْا , فَأِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَقَدَرُوْا لَهُ.
[ متفق عليه ]
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: تَرَأَي النَّاسُ الْهِلَالَ فَاَخْبَرْتُ النَّبِيَّ, ثُمَّ قَالَ فَصَامَ وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ.
[رواه أبو داود وصححه الحاكم وابن حبان ]
عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قل: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : صُوْمُوْاتًصِحُّوْا
بخارى) رواه (
. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الصِّيَامَ لَيْسَ مِنَ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ فَقَطْ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغُوِ وَالرَّفَثِ فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهِلَ عَلَيْكَ فَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ
 ابن خزيمة وبن حبان و الحاكم)رواه (










BAB III
HADITS NABI TENTANG
PUASA
A.    Hadits Tentang Perintah Puasa
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِذَا رَأَيْتُمُوْهُ فَصُوْمُوْا,  اِذَا رَأَيْتُمُوْهُ فَأُفْتُرُوْا , فَأِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَقَدَرُوْا لَهُ.
[ متفق عليه ]
“Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anh, dia berkata: aku mendengara rasulallah bersabda : apabila kamu sekalian melihatnya (hilal ramadhan) maka berpuasalah, dan apabila kamu sekalian melihatnya (hilalsyawal) maka fitrahlah, tetapi apabila mendung, maka hisablah "
<_pan style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;">[HR. Muttafaq Alaih]
Hadis di atas menjelaskan kewajiban puasa ramadhan dengan melihat hilal (ramadhan) dan tidak disyaratkan semua orang melihat hilal tersebut, akan tetapi dua orang yang adil dan dapat dipercaya sudah bisa dijadikan ketetapan untuk melakukan ibadah puasa.
Begitu pula diwajibkan mengumumkan kepada semua manusia untuk melaksanakan puasa, sebagiman hadits Nabi :
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: تَرَأَي النَّاسُ الْهِلَالَ فَاَخْبَرْتُ النَّبِيَّ, ثُمَّ قَالَ فَصَامَ وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ.
[رواه أبو داود وصححه الحاكم وابن حبان ]
“Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anh, dia berkata: orang-orang telah melihat hilal ramadhan, kemudian aku mengimformasikan kepada Nabi saw, maka beliau bersabda : berpuasalah dan beritahu kepada yang lain untuk melaksanakan puasa”
            Jadi apabila sudah terlihat hilal ramadhan, maka semua ummat manusia diwajibkan melaksanakan puasa, akan tetapi apabila cuaca dalam keadaan mendung, maka sempurnakan hitungannya yaitu 30 hari. Sebagaimana hadits Nabi “puasalah karena melihatnya dan sudahilah pula karena melihatnya, tetapi apabila mendung maka sempurnakanlah 30 hari”. (lihat sahih bukhari hal : 22)
B.     Manfaat Puasa
Puasa memiliki beberapa manfaat, ditinjau dari segi kejiwaan, sosial dan kesehatan, di antaranya:
1.      Bagi kesehatan jiwa
puasa membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh dalam diri, yang ini merupakan hikmah puasa yang paling utama.
عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قل: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : صُوْمُوْاتًصِحُّوْا
بخارى)رواه (
Dari Ibnu Zinad, dari A’raj, dari Abu Hurairah radiallahu anhu berkata : sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : Berpuasalah maka kamu sekalian sehat.”
2.      Bagi Kesehatan Fisik
Umat Islam tidak berpuasa karena alasan manfaat puasa bagi kesehatan. Padahal sejak lama, puasa dijadikan semacam terapi bagi mereka yang bermasalah dalam hal kelebihan berat badan. Dengan berpuasa, kerja alat-alat pencernaan diistirahatkan. Berpuasa mempunyai efek yang banyak berlawanan dibandingkan jika seseorang melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badannya. pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara. puasanya umat Islam di bulan Ramadhan sangat berbeda dengan perencanaan diet.
Puasa Ramadhan tidak mengurangi asupan gizi dan kalori, cuma kadarnya sedikit lebih rendah dari kebutuhan nutrisi yang normal. Selain itu, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, masih bisa menyantap setiap jenis makanan, sementara mereka yang berpuasa untuk diet, hanya boleh makan makanan tertentu. Faktor lainnya yang membuat puasa Ramadhan menyehatkan adalah, mereka yang berpuasa melakukannya dengan sukarela dan hati yang ikhlas, bukan karena resep atau anjuran dari dokter.
Ramadhan adalah bulan pengendalian dan pelatihan terhadap diri sendiri, dengan harapan pengendalian dan pelatihan ini akan terus berlanjut meski bulan Ramadhan sudah berakhir. Jika kebiasaan berpuasa dilanjutkan meski bukan pada bulan Ramadhan, apakah untuk keperluan diet atau ibadah, efeknya akan terasa dalam jangka panjang.
Pada dasarnya orang yang berpuasa itu hanya melewatkan saat makan siang dan mempercepat waktu makan pagi. Orang yang berpuasa juga hanya tidak minum selama 8 sampai 10 jam dan itu tidak membahayakan kesehatan dan tidak menyebabkan dehidrasi yang buruk bagi tubuh manusia. Sebaliknya, dehidrasi ringan dan penyimpanan air dalam tubuh bisa meningkatkan kesempatan hidup.
Dampak positif lainnya bagi tubuh, puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kegemukan dan darah tinggi.
Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal.
Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit terutamanya kegendutan yang menyebabkan timbulnya sub penyakit lain. Maka puasalah satu-satunya cara yang dapat memelihara anggota badan daripada semua penyakit kerana melaluinya unsur-unsur racun di dalam makanan dapat dinetralkan setelah berpadu di antara satu sama lain. Sesungguhnya kesan lapar di dalam perubatan adalah lebih baik daripada penggunaan obat.
Penyakit-penyakit seperti tekanan darah tinggi, pertambahan lemak dan peningkatan gula dalam darah amat mudah menyerang dan melemahkan kekuatan badan individu tersebut. Sesungguhnya tiada obat yang khusus bagi memulihkannya melainkan dengan berpuasa kerana dengan berpuasa terbentuklah suatu sistem yang baru dalam badan yang bertindak mematikan sel-sel lama untuk digantikan dengan sel-sel baru yang lebih baik dan bertenaga.
Ditinjau Dari sudut kesuburan seorang wanita, puasa juga merupakan satu cara yang dapat mengurangkan kesan hormon broloktin yang menyebabkan kemandulan. Kesimpulannya puasa dapat menyehatkan sistem tubuh dan dapat mencegah penyakit-penyakit seperti kencing manis dan kegendutan.
3.      Bagi Kesehatan Psikis
Dari sisi psikis, orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan cenderung merasa tenang dan damai. Setiap orang berusaha untuk menahan amarahnya dan tingkat kejahatan pada bulan Ramadhan biasanya menurun. Umat Islam senantiasa mengingat nasehat Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, “Jika sesesorang menghujatmu atau menyulut emosimu, katakanlah bahwa saya sedang berpuasa.”
Meningkatnya kualitas psikis inilah yang berkaitan dengan stabilitas gula darah yang lebih baik selama bulan Ramadhan, yang berpengaruh pada perubahan tingkah laku. Begitu juga dengan kebiasaan sholat malam. Sholat bukan hanya bermanfaat bagi penyerapan makanan, tapi juga untuk melepaskan energi. Setiap sholat dengan gerakan-gerakannya yang ringan seseorang melepaskan 10 ekstra kalori. Dengan kombinasi itu, sholat menjadi semacam olahraga yang cukup baik selama Ramadhan. Sama halnya dengan kebiasaan membaca Al-Qur’an, bukan hanya membuat hati dan pikiran tenang, tapi juga bisa menjaga hapalan Al-Qur’an.
Puasa adalah bentuk peribadahan khusus, hubungannya hanya antara Allah SWT dan orang yang bersangkutan. Karena tidak satupun yang selain, Allah dan orang itu sendiri yang tahu apakah ia benar-benar berpuasa.
4.      Bagi Kesehatan Sosial
Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku, Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di Iran, Irak, Palestina dan sebagainya.Puasa sebagai tradisi agama-agama yang memiliki makna universal harus dijadikan energi positif bagi menguatnya pemahaman multikultural yang disemangati oleh nilai-nilai ketuhanan (rabbaniyah) dan kemanusiaan (insaniyah).
Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. (Yahya, Mahayudi H, “Tinjauan Puasa Dari Segi Kesehatan Fisik Dan Psikis”, Bandung: Pustaka, 1986)
 
C.    Larangan Berbuat Pelanggaran Selama Beribadah Puasa
Mengingat banyaknya orang-orang yang berpuasa dan masih melalaikannya, dan mengingat bahayanya yang besar pada ibadah puasa karena ini dapat membatalkan pahala puasa atau paling tidaknya dapat mengurangi pahala puasa seukuran pelanggaran yang dia lakukan, dalam kondisi seorang yang melakukanya sering kali tidak menyadarinya Hal ini dikarenakan puasa bukan sekedar menahan dari lapar dan dahaga atau dari pembatal yang lain.
Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah menerangkan: Seorang yang berpuasa adalah orang yang anggota badanya berpuasa dari perbuatan-perbuatan dosa, lisannya berpuasa dari kata dusta, kata keji, dan ucapan palsu, perutnya berpuasa dari makanan dan minuman, kemaluannya berpuasa dari bersetubuh. Bila dia berbicara, tidak berbicara dengan sesuatu yang mencacat puasanya, bila berbuat, tidak berbuat dengan suatu perbuatan yang merusak puasanya, sehingga seluruh ucapannya keluar dalam keadaan baik dan manfaat.
Demikian pula amalannya, amalannya bagai bau harum yang dicium oleh seorang yang berteman dengan pembawa minyak wangi misk, semacam itu pula orang yang berteman dengan orang yang berpuasa, ia mendapatkan manfaat dengan bermajlisnya bersamanya, aman dari kepalsuan, kedustaan, kejahatan dan kedhalimannya.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الصِّيَامَ لَيْسَ مِنَ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ فَقَطْ إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغُوِ وَالرَّفَثِ فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهِلَ عَلَيْكَ فَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ
 ابن خزيمة وبن حبان و الحاكم)رواه (
“Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya puasa itu bukan menahan dari makan dan minum saja, hanyalah puasa yang sebenarnya adalah menahan dari laghwu (ucapan sia-sia) dan rafats (ucapan kotor), maka bila seseorang mencacimu atau berbuat tindakan kebodohan kepadamu katakanlah: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’” [Shahih, HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim] (lihat kitab Shahih Targhib)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه يقول قال رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قال الله وإذا كان يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فلا يَرْفُثْ ولا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أو قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إني امْرُؤٌ صَائِمٌ
 بخارى)رواه (
“Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah berfirman : …maka bila pada hari puasanya seseorang di antara kalian janganlah ia melakukan rafats dan janganlah ia yashkhab (berteriak, ribut), bila seseorang mencacimu atau mengganggumu maka katakanlah: ‘Saya ini orang yang sedang berpuasa…’.”[Shahih, HR Al-Bukhari]
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لا تَسَابَّ وَأَنْتَ صَائِمٌ وَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ فَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ وَإِنْ كُنْتَ قَائِمًا فَاجْلِسْ
ابن خزيمة والنساء)رواه (
“Dari Abu Hurairah dari Nabi ia bersabda: “Janganlah kamu saling mancaci (bertengkar mulut) sementara kamu sedang berpuasa maka bila seseorang mencacimu katakana saja: ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’, dan kalau kamu sedang berdiri maka duduklah.” [HR Ibnu Khuzaimah, Nasa’i ]. (Lihat Shahih Targhib)
Dari hadits-hadits di atas maka dapat kita simpulkan bahwa pembatal pahala puasa atau yang akan menguranginya adalah sebagai berikut:
1.      Qauluz-zur yakni ucapan dusta.
2.      Mengamalkan qouluz-zur yakni perbuatan yang merupakan tindak lanjut atau konsekuensi dari ucapan dusta.
3.      Jahl yakni amalan kebodohan.
4.      Rafats yakni seperti dijelaskan Al-Mundziri: Terkadang kata ini disebutkan dengan makna bersetubuh, dan terkadang dengan makna, ‘kata-kata yang keji dan kotor’ dan terkadang bermakna ‘pembicaraan seorang lelaki dan perempuan seputar hubungan sex’, dan banyak dari ulama mengatakan: ‘yang dimaksud dengan kata rafats dalam hadits ini adalah ‘kata kotor keji dan jelek’.
5.      Laghwu yakni ucapan yang tidak punya nilai atau manfaat.
6.      Shakhab yakni bersuara keras dan ribut dikarenakan pertikaian. [lihatFathul Bari:4/117]
BAB IV
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Ø  kewajiban puasa ramadhan dengan melihat hilal (ramadhan).
Ø  Berpuasalah maka kamu sekalian sehat.
Ø  Puasa bisa menyehatkan, baik kesehatan fisik, kesehatan psikis dan sosial.
Ø  Adapun larangan dalam berpuasa diantaranya : Qauluz-zur yakni ucapan dusta, Mengamalkan qouluz-zur yakni perbuatan yang merupakan tindak lanjut atau konsekuensi dari ucapan dusta, Jahl yakni amalan kebodohan, Rafats, Laghwu yakni ucapan yang tidak punya nilai atau manfaat dan Shakhab yakni bersuara keras dan ribut dikarenakan pertikaian.
B.     SARAN
Mengingat manusia tidak luput dari kesalahan, makalah yang kami susun inipun masih banyak kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dari semua mahasiswa dan dosen yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Kepada Dosen pengajar diharapkan bimbingan lebih untuk mengingatkan mutu dan kwalitas mahasiswa PAI pada khususnya didalam mengembangkan ilmu hadits demi terwujudnya implimentasi dalam kehidupan sehari-hari.









DAFTAR PUSTAKA
·         Boukhari, Imam. 1993. Shahih Al-Boukhari. Beirut, Lebanon: Dar El-Fikr..
·         Ghazali, Imam. 1982. Ihya 'Ulumuddin. New DelhiIndia: Kitab Bavan.
·         Muslim, Imam. 1993. Shahih Muslim. BeirutLebanon: Dar El-Fikr.
·         Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab al-Iman, Abu Dawud dalam kitab awwal kitab al-sunnah, dan Imam dalam Musnad Umar bin al-Khattab.
·         Muhammad bin Ismailm al-Shan’aniy, Subul al-Salam, Juz IV, (Cet. IV; Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabiy, 1379 H.).

Senin, 22 Maret 2010

MAKALAH KURIKULUM

BAB I


FUNGSI KURIKULUM DALAM PROGRAM SEKOLAH
Suatu fungsi kurikulum dapat dilihat dari 2 sudut pandang atau dua pendekatan. Pendekatan pertama dilihat dari proses pengembangan atau perencanaan kurikulum sedangkan pendekatan kedua dilihat dari kepentingan berbagai pihak atau lembaga yang terkait atau yang berkepentingan dengan kurikulum.
     Funngsi kurikulum dapat dilihat dari dua sudut pandang atau dua pendekatan:
1.      Dilihat dari proses pengembangan atau perencanaan kurikulum
2.      Dilihat dari kentingan berbagai pihak atau lembaga yang terkait atau yang berkepentingan dengan kurikulum.
1.      Fungsi Kurikulum dilihat dari proses perencanaan. Alexander inglis (dalam hamalik, 1990) mengemukakan enam fungsi kurikulum sebagai berikut:
                     a.         Fungsi penyesuaian (The adjustive or adaptive function)
Kita menyadari bahwa individu tidak pernah hidup d alam suatu dunia yang hampa. Ia selalu hidup dalam lingkungan tertentu baik secara fisik, sosial maupun lingkungan budaya. Ia diharapkan tidak saja tinggal didalamnya tetapi ia harus memiliki kemampuan untuk hidup didalamnya. Untuk ini ia harus mampu menyesuaikan diri dengan berbagi  lingkungan dimana ia hidup. Perlu pula disadari bahwa lingkungan tidak selalu dalam keadaan statis. Terutama lingkungan osial dan buaya selalu mengalami pertumbuhan, perkembangan bahkan perubahan-perubahan tertenntu yang terjadi secara dinamis.
            Kurikulum sebagai alat pendidikan dengan sendirinya harus mampu menjawab berbagai tuntutan kemampuan penyesuaian diri yang di harapkan oleh seorang individu  (peserta didik). Kurikulum harus mampu menyiapkan kemampuan tersebut agar peserta didik dapat menyesuaikan diri  dengan lingkugan secara baik (well adjusted) .  fungsi kurikulum semacam inilah yang  di namakan fungsi penyesuaian.  
                     b.         Fungsi pengintegrasian (The integrating function)
Jika kita telah lebih jauh ternyata suatu lingkungan, baik masyarakat dan budaya maupun lingkungan secara fisik sangat beraneka ragam didalamnya. Demikian pula berbagai tuntutan dan kebutuhan serta permasalahan yang akan di hadapi individu sangtlah bervariasi pula. Dari masyarakayt atao budaya yang satu dengan yanglainnya.
Pada sisi lain perlu juga di perhatikan bahwa berbagi lingkungan terutama lingkungan masyarakat  dan budaya dapat mempengaruhi kehidupan individu itu sendiri baik secara positif maupun secara negatif.
Kuri kulum harus mampu menjawab berbagai kebutuhan pembinaan dan pembentukan pribadi yang terintegrasi, jika iamasih dipandang sebagi alatpendidikan.Jika kurikulum melakukan semua tuntutan pembentukan ini maka kurikulum sudah menunjukkan satu fungsi pengintegrasian.  
                      c.         Fungsi diferensiasi (The differentiating function)
Kenyataan psikologi,sosial dan budaya menunjukkan adanya perbedaan potensial pada manusia.Diferensiasi individu,maupun sosial serta kebudayaan tidak saja menurut penyesuaian serta pengintegrasian tetapi juga layanan yang khusus terhadap potensi-potensi individu yang berbeda maupun terhadap tuntutan masyarakat dan kebudayaan yang berbeda.
Dengan kondisi seperti ini,pendidikan sebagai suatu proses layanan pembinaan potensi individu,serta merupakan suatu proses sosialisasi dan pembudayaan,harus mampu memberikan layanan bagi aneka diferensi yang di hadapi.Disinilah terletak penting nya kehadiran kurikulum agar mampu melayani perbedaan-perbedaan individu dalam masyarakat.kita prlu secara kritis dan cermat untuk melihat aaneka diferensiasi serta melayaninya tanpa mengorbankan tuntutan solidaritas masyarakat dalam rangka integrasi individu bagi perkembangan masyarakat itu sendiri. Diferensiasi  ini juga diharapkan dapat menjadi alat untuk menghindari terjadinya stagnasi sosial,maupun stagnasi budaya.Dengan melakukan hal ini,mka kurikulum tlah mennjukkan salahsatu pungsinya dalam pengembangan kurikulum yakni apa yang disebut fungsi deperensiasi.
                     d.         Fungsi pemilihan (The selection function)
Untuk menghadapi kenyataan diferensiasi anak seperrti bakat, minat,motivasi kemampuan dan sebagainya, maka pendidikan dalam hal ini sekolah atau lembaga lainnya dengan sendirinya harus mampu menyiapkan berbagai program yang sesuai kenyataan-kenyataan tersebut.Secara ideal sekolah harus siap dengan berbagai program untuk melayani berbagai diferensiasi dan tuntunan individu dalam mempersiapkan diri bagi kehidupan pada masa yang akan datang. Peserta didik semestinya tinggal memilih program-program yang sesuai dengan bakat,minat, motifasi dan kemampuannya.
Disini tampak suatu kurikulum yang tidak saja terbatas pada pemberian layanan  berdasarkan diferensi anak dan sosial, tetapi juga memberi peluang bagi siswa atau peserta didik untuk memilih sesuai dirinya maupun tuntutan masyarakat. Untuk itu kurikulum harus dirancang secara luas dan komperhensif dan variatif sehingga memungkinkan peserta didik memilih berbagai pengalaman-pengalaman belajar yang dikehendaki. Dengan cara seperti ini, kurikulum telah menunjukkan salah satu fungsinya yakni fungsi pemilihan atau fungsi selektif.
Pendidikan berfungsi antara lain:
*      untuk mengaktualisasikan potensi anak menjadi suatu nyata atau aktual dan bermakna secara maksimal
*   Untuk membantu mempersiapkan peserta didik agar siap terjun kemasyarakat dan mengembangkan diri secara maksimal didalamnya
Disinilah terletak suatu fungsi kurikulum sebagai alat pendidikan agar selalu dapat menyiapkan berbagai pengalaman-pengalaman belajar yang bermakna bagi kelengkapan dan persiapan peserta didik tidak saja untuk menghadapi tuntunan masyarat sekarang ini, tetapi juga untuk menghadapi tuntunan hari esok.
                      e.          Fungsi persiapan (The propaedutic function)
Individu memiliki berbagai potensi latent seperti bakat, minat dan kemampuan-kemampuan tertentu yang perlu diaktualisasikan. Dalam pertumbuhan dan perkembangan individu upaya mengaktualisasikan potensi-an potensi latent tidak dapat dilakukan oleh individu secara sendiri-sendiri jika ingin secara maksimal.
                      f.          Fungsi diagnostik (The dignostic)
Individu dalam pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat mengenal dirinya secara maksimal.ia tidak dapat mengetahui dengan jelas dan bakat, minat dan kemampuan secara maksimal bahkan tidak mampu secara tepat mempertemukan dirinya dengan berbagai tuntunan masyarakat maupun tuntunan dirinya sendiri.
            Pada sisi lain ia tidak saja dapat mengenal dirinya tetapi juga tidak dapat mengenal masyarakat dengan segala diferensiasi, spesialisasi serta permasalahan dan tuntuannya secara otomatis dan memadai. Ia memerlukan bantuan untuk mengenal dirinya dan masyarakatnya serta bantuan mempertemukan dirinya sendiri maupun bagi kepentingan masyarakat luas.
                        Pendidikan sebagai suatu upaya mempertemukan anak dengan masyarakat maupun sebagai suatu upaya mempertemukan anak dengan masyarakat maupun sebagai upaya untuk mengaktualisasikan diri peserta didik , memiliki suatu fungsi yang  tidak  saja tepat tetapi sangat prinsipil atau suatu fungsi yang sangat hakiki.
2.      Funngsi kurikulum dari sudut kepentingan berbagai pihak atau lembaga terkait:
Ternyata kurikulum tidak saja berfungsi dalam proses perencanaaan atau pengembangan sebagai mana enam fungsi yang telah dijelaskan diatas. Fungsi kurikulum dapat pula dilihat dari sudut kepentingan lembaga atau yang berkepentingan dengannya. Dari sudut pandang yang kedua ini dapat dikenal tujuh fungsi kurikulum:
                a.         Fungsi kurikulum bagi Pencapai Tujuan Pendidikan
Dapat kita pahami dengan mudah bahwa kurikulum dapat berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kata lain dapat kita katakan bahwa tanpa kurikulum tujuan pendidikan tidak akan dapat tercapai .Namun perlu disadari bahwa fungsi ini tidak mengabaikan kehadiran komponen-komponen sistem pendidikan yang lainnya.
                b.         Fungsi kurikulum bagi peserta didik
Sejalan dengan arti dan tujuan kurikulum yang telah diurakan tadi, maka dari segi anak dapat kita katakan bahwa kurikulum adalah seperangkat pengetahwan, pengalaman belajar dan kegitan yang disiapkan bagi kepentingan peserta didik. Beberapa fungsi kurikukum bagi anak adalah sebagai berikut:
1.  Dengan wawasan semacam ini anak dapat mengetahui apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka miliki untuk meraih hari esok.
2. Pada sisi lain peserta didik dapat mengukur potensi dirinya untuk mengadakan pilihan terhadap berbagai pengetahuan, pengalaman belajar serta ativitas yang bersesuaian, jika ia ingin berhasil dalam proses pendidika
3. Demikian pula dengan kurikulum ppeserta didik dapat menyiapkan diri secara lrbih baik dan optimal dalam proses pendidikan atau pembelajaran jika inginkan hasil yang baik.
4. Pada akhirnya sejalan dengan konsep atau pengertian moderen tentang kurikulum dimana peserta didik dapat di libatkan dalam pengmebangan maka kurikulum dapat berfungsi bagi pengjuan usul perbaikan serta berbagai saran yang beguna dari kepetingan peserta didik
       c.   Fungsi kurikulum bagi Guru dan Fasilitas
             Perlu dipahami bahwa guru merupakan pelaksana atau implementator suatu kurikulum. Fungsi kurikulum bagi guru adalah sebagai berikut:
1.         Selain itu guru dengan sendirinya dapat mengetahwi apa yang harus dilakukan dalam melaksakan kurikulum. Atas dasar ini ia akan lebih mudah dalam mengorganisir dan mengembangkan tugasnya bagi keberhasilan peserta didik
2.           Selain itu guru dengan sendirinya dapat mengetahwi apa yang harus dilakukandalam melaksanakan kurikulum. Atas dasar ini ia akan lebih mudah dalam berorganisir dan mengembangkan tugasnya bagi keberhasilan peserta didik
3.           Lebih lanjut kurukulum dapat berpungsi sebagai alat monitoring. Dan pengawasan serta penilaian bagi tuntutan kemajuan peserta didik untuk mendapatkan sejumlah pengetahuan pengalaman pengalaman belajar serta kegiatan-kegiatan yang bermakna dengan pungsi ini guru dapat mengajukan berbagai koreksi atau usulan perbaikan yang sangat di harapkan yang bertolak dari keadaan nyata dilapangan
d.      Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah atau pembina.
Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisior. Juga bertanggung   jawab dalam pelaksanaan kurikulum. Kepala sekolah memimpin, memonitor, mengontrol dan menilai setip pekaksanaan kurikulum.
Oleh sebab itu kurikulum selalu memiluki fungsi tetentu bagi kepala sekolah atau pembina sekolah.
Fungsi-fungsi tersebut dapt di rinci sebagai berikut:
1.      Kurikulum berpungsi sebagai pedoman dalam memimpin melaksanakan kurikulum. (periksa pedoman guru )
2.      Kurikulum berpungsi sebagai pedoman dalam supervisi terutama dalam memperbiki situasibelajar.
3.      Kurikulum sebagai pedpoman dalam menyiapkan situasi belajar yang baik agar anak dapat belajar secara maksimal.
e.       Fungsi kurikulum bagi sekolah pada tingkat atasnya.
       Pendidikan merupakan    suatu proses yang kontinyue dari tingkat paling bawah menuju pada tingkat yang  paling tinggi. Dalam persekolahan harus terpelihara suatu kesinambungan fungsu san pengembangan  mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pedidikan tinggi.
               Atas dasar ini maka kurikulum seatu sekolah misalnya sekolah dasar harus memiliki fungsi tertentu bagi pengembangan di sekolah menengah tinggi. Kurikulum diSMTA harus memiliki fungsi tertentu bagi pendidikan di perguruan tinggi. Beberapa fungsi kurikulum bagi sekolah cdi atasnya
1.      Kurikulum sebagai alat bagi keseimmbangan peroses pendidikaan,sekolah-sekolah yang di atasnya selalu dapat menyusuaikan perogeram bahkan kurikulumny dengan kuriklum sekolah dibawaahnya.
2.      Kurikulum jugak berpungsi bagi kontinuitas pendidikan. Kurikulum sekolah tidak saja bepungsi bagi kesinammbungandan komposisi antara sekolah di bawahnya dengan diatasnya. Tetapi jugak menjaminkesinambungan pengalaman belajar
f.       Fungsi kurikulum bagi orang tua peserta didik
Orang tua peserta didik  atau anak yang belajar adalah penanggung jawab pertama dan utama bagi masa depan putra- putranya. Ia harus mengetahwi apa yang terjadi dalam diri putra-putranya selama proses belajar serta apa yanng dirancang untuk masa depan mereka. Itulah sebabnya kurikulum disiapkan untuk suatu lembaga pendidikan juga berfungsi bagi para orang tua peserta didik.
Orang tua dapat mengenal program sekolah secara utuh (pengetahwan, pengalaman-pengalaman belajar, berbagai kegiatan serta hal-hal lain yang diuntukkan baagi putra-putranya)
1.      Dengan kurikulum tersebut, orang tua dapat membantu usaha sekolah dalm memajukan dan mendidik putra-putranya demi masa depan-nya
2.      Orang tua dapat berhubungan dan berkonsultasi dengan sekolah mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum
g.      Fungsi kurikkulum bagi masyarakat dan pemakai lulusan
Kita menyadari bahwa sekolah didirikan oleh masyarakat, dengan sendirinya sekolah adalah milik masyarakat, bahkan lebih lanjut sekolah harus menjaadi agent pembangunan masyarakat. Dan akhirnya sekolah harus menjadi alat untuk menentukan masadepan suatu masyarakat.
Fungsi kurikulum bagi masyarakat meliputi:
1.      Dengan kurikulum masyarakat dapat mengenal dan mengetahwi kemanapendidika diarahkan
2.      Dengan kurikulum masyarakat dapat mengecek apaka keinginan dan kecendrungan serta harapan-harapan masyarakat untuk kehidupa hari esok terakumulasi atau sejalan dengan tujuan yang telah dirumuskan
3.      Dengan kurikulum masyarakat dapat membantu dalam melaksanaka berbagai macam progam yang memerlukan kerja sama dan keterlibatan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
*      Mandalika, J. 1995. Dasar-Dasar Kurikulum: Surabaya. SIC
*      Hrnawan, Asep Herry. 2003. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran: Jakarta. Universitas Terbuka